Profil – Biodata dan Perjalanan Reza Arap Oktovian Youtube gaming – Reza
Oktovian atau yang lebih akrab disapa Reza Arap si Gamers Ganteng. Kali
ini saya akan sedikit mengulik perjalanan Reza Arap sebagai Youtube
Gaming yang sekarang Chenelnya sudah terkenal bahkan sudah mendapatkan
413.293 Subscribe (18/04/2016), itu merupakan angka yang fantastis.
Saat ini channel Reza arap sudah mencapat 1,141,421 Subscriber ! (25/03/2017)
Instagram @rezaoktovian
Berikut ini Adalah Profil Biodata Reza Arap si Gamers Ganteng !
Nama Lengkap – Reza Oktovian
Tempat, Tanggal lahir – Jakarta, 15 Oktober 1990
Agama – Islam
Pekerjaan : MC – Youtuber Gaming
Facebook : rezaoktovian
Instagram : ezaoktovian
Ask.fm : rezaoktovian
Twitter : rezaoktovian
Dia seorang anak yang dibesarkan oleh
Ibunya sendiri karena sejak lahir orang tua nya berpisah, waktu kecil
Reza Arap gemar sekali dengan yang namanya Game. Setiap pulang sekolah
pasti langsung main game, walau demikian Ibunya Reza Arap tidak
melarangnya untuk main game bahkan malah dibelikan CD baru dengan
game-game terbaru.
Singkat cerita Ibunya Reza Arap memilih
untuk pindah keluar kota, akan tetapi Reza Arap tetap memilih bertahan
di Jakarta dengan caranya sendiri, mulai dari jadi kasir di sebuah
warnet terus jualan kosmetik rumah-kerumah bahkan sampai ngojeg juga
pernah Dia lakukan. Hal itu dilakukanna untuk bisa bertahan hidup di
Jakarta.
Warnet Awal Mula Reza Oktavian Membuat Channel Yotube!
Namanya juga di warnet, pasti banyak orang yang keluar masuk warnet untuk bisa mengakses atau mengrental sebuah computer.
Disini Reza Arap bertemu dengan yang
namanya Edho Zell yang sering dijak main Dota bareng, Edho Zell ini
adalah seorang MC yang cukup terkenal dan mengajak Reza Arap untuk
menjadi MC. Suatu hari Reza di ajak oleh Edho Zell untuk membuat sebuah
video yang nantinya akan di upload ke youtube dengan nama channel Happy Holiday.
Lalu dari Mana Reza Oktavian Mendapatkan Sebuah Inspirasi Untuk Menjadi Youtube Gaming?
Ternyata Reza Arap terinspirasi dari
seorang youtubers lain yang beranama PewDiePie yang memiliki Subscribe
sangat banyak. Isi channelnya adalah Dia lagi main game sambil
mengekpresikan dirinya seakan-akan Dia yng ada didalam game tersebut dan
di bentuk dalam video.
Akhirnya Reza Arap mulai mengikuti
channel tersebut dan mulai membuat video-video game dirinya dan
mengekpresinya dengan ala-ala PewDiePie dan di upload ke channel
miliknya sendiri. Tapi saat itu Reza Arap masih belum Fokus terhadap
pembuatan Videonya dikarnakan sibuk dengan pekerjaannya, selain menjadi
kasir warnet Reza Arap juga usaha jadi Event Organizer dan weekend
biasanya diisi buat jadi MC dibeberapa acara.
Prestasi Yang Perna Diraih Reza Oktavian Sebagai Youtubers!
Selanjutnya pembuatan video dilakukan
saat malam hari karena siangnya di isi dengan aktifitas lain. Prestasi
yang membuat Reza Oktovian bangga bahkan menambah semangatnya untuk
membuat sebuah video yaitu Masuk Youtube Rewind Indonesia pada tahun
2014. Itu adalah semacam ajang yang mengumpulkan Youtubers besar dan
dulu adanya hanya di Luar Negeri tapi sekarang di Indonesia juga ada dan
Reza Arap masuk didalamnya, waktu itu baru mendapatkan 10.000
Subscribe.
Mungkin itu awal mulanya Reza Arap
menjadi Youtube Gaming yang sekarang semakin terkenal. Ini bisa
dijadikan Inspirasi buat kalian para pemula Youtubers.
Selain itu prestasi reza arap pada 26
november 2016 dia diundang ke korea untuk menghadiri acara Night Award
Tv asia, dan disana Arap mendapatkan penghargaan sebagai channel gaming
populer indonesia.
Perkenalannya dengan pencak silat pun untuk jaga diri sebagai perempuan.
”Melihat perempuan yang tertindas, rasanya ingin membela, tapi kalau
ingin membela harus punya ilmu bela diri. Awalnya pencak silat untuk
jaga diri, tapi lama-lama keasyikan dan berlanjut,” kata Wewey.
Di pencak silat, Wewey mengaku menemukan teman-teman yang
menyenangkan untuk berlatih dan bergaul. Wewey mendapat gemblengan ilmu
silat di perguruan silat Perisai Diri.
Seperti pengalaman atlet bela diri putri lainnya, orangtua Wewey pun
sempat melarangnya. Namun, orangtuanya tidak lagi melarang setelah
putrinya sangat bersungguh-sungguh dan mulai berprestasi.
Niatnya menjadi atlet pencak silat semakin serius setelah bergabung dengan PPLP Jawa Barat di Bandung saat kelas 3 SMP.
Jiwa petarung mengalir dalam diri Wewey. Itu terbukti dengan
pilihannya menekuni nomor tarung yang keras, bukan nomor seni yang
mengutamakan keindahan dan kekompakan memeragakan jurus.
”Silat lebih sulit daripada cabang bela diri lain. Seperti karate,
ada batas kekuatan untuk menyerang lawan. Kalau silat, harus menyerang
sekuat mungkin,” bebernya.
Wewey mengungkapkan dirinya belum pernah mencoba menekuni nomor seni.
Sejak awal, tujuannya mempelajari pencak silat adalah untuk menjaga
diri yang artinya berani bertarung satu lawan satu.
Dia pun menilai persaingan di nomor tarung lebih berat karena setiap
orang punya kemampuan masing-masing. Nomor tarung menurutnya lebih sulit
dipelajari dan lebih menantang.
Messi lahir di Rosario, Provinsi Santa Fe, dari pasangan Jorge Horácio Messi, seorang pekerja pabrik besi dan Celia María Cuccittini, seorang pembersih paruh waktu.[15][16][17][18] Dari garis keturunan ayahnya, ia berasal dari Ancona, sebuah kota di Italia, dimana leluhurnya, Angelo Messi, hijrah ke Argentina pada 1883.[19][20]
Ia mempunyai dua orang kakak laki-laki, Rodrigo dan Matías, dan seorang
saudara perempuan, María Sol. Di usia lima tahun, Messi mulai bermain
sepak bola untuk Grandoli, klub sepak bola lokal yang dilatih ayahnya,
Jorge. Pada 1995, Messi bergabung dengan Newell's Old Boys yang berbasis di kampung halamannya, Rosario.[21]
Ia menjadi bagian dari pasukan lokal yang hanya kalah sekali dari empat
tahun, dan dikenal sebagai "Mesin 87", dari tahun kelahiran mereka.[22]
Pada usia 11 tahun, Messi didiagnosa menderita kekurangan hormon pertumbuhan.[23] Tim elit River Plate
berminat atas perkembangannya, tetapi mereka tak punya uang cukup untuk
pengobatannya, yang mencapai $900 per bulan. Carles Rexach, direktur
olahraga FC Barcelona, telah menemukan talente Messi karena ia mempunyai kerabat di Lleida,
dan ayahnya mengatur uji coba bersama tim tersebut. Rexach, tanpa
membawa kertas di tangan pada saat itu, mengajukan tawaran kontrak pada
Messi di atas serbet makan dari kertas.[24][25] Barcelona menawarkan untuk membiayai pengobatan Messi jika ia mau pindah ke Spanyol. Messi dan ayahnya lalu pindah ke Barcelona, dan ia masuk ke akademi muda klub.[21][25]
Karier Klub
Barcelona
Messi bermain untuk tim junior Barca, Infantil B dan Cadete B & A
dari 2000 sampai 2003 (mencetak 37 gol dari 30 laga di Cadete A). Musim
2003-04, ia mencetak rekor[26]
di lima tim berbeda: tampil satu laga di Juvenil B (satu gol), dan
dipromosikan ke Juvenil A (14 laga, 21 gol). Kemudian ia tampil untuk FC Barcelona C di Tercera División, pada 29 November 2003 dan untuk FC Barcelona B di Segunda División B pada 6 Maret 2004. Ia bermain untuk tim-tim tersebut sepanjang musim (delapan laga, lima gol, dan lima laga, tanpa gol)[27][28][29].
Bahkan sebelum debut-debut tersebut, Messi telah tampil secara resmi
untuk pertama kali untuk tim utama pada 16 November 2003 dalam usia 16
tahun dan 145 hari, di sebuah laga persahabatan melawan FC Porto.[30][31]
Kurang dari setahun setelah debutnya, Frank Rijkaard memberi kesempatan debut pertama La Liga untuk Messi dalam laga melawan RCD Espanyol
pada 16 Oktober 2004 (17 tahun 114 hari), menjadi pemain termuda ketiga
yang bermain untuk Barca dan pemain klub termuda di La Liga, sebelum
akhirnya rekor dipatahkan oleh Bojan Krkić pada September 2007. Saat ia mencetak gol senior pertamanya menghadapi Albacete Balompié pada 1 Mei 2005, Messi berusia 15 tahun, 10 bulan dan 7 hari, menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Barcelona[32] sebelum kembali dipatahkan oleh Krkic pada 2007, yang mencetak gol dari assist Messi.[33]
Messi berkata mengenai mantan pelatihnya, Rijkaard: "Saya tak akan
pernah melupakan fakta bahwa dia yang memulai karier saya, yang memberi
saya kepercayaan diri saat usia saya baru 16 dan 17 tahun."[34] Selama musim itu, ia juga bermain untuk FC Barcelona B, mencetak 6 gol dari 17 laga.
Ulasan Novel Milea Suara dari Dilan karya Pidi Baiq
Jangan pernah baca novel berseri dari seri ketiga! Tidak akan
mengerti. Milea Suara dari Dilan (Pastel Books Mizan, 2016) adalah novel
ketiga serial Dilan dari Pidi Baiq. Asli tidak akan mengerti kalau
langsung baca buku ketiga. Ini novel apaan sih? Cerita seorang
anak SMA bernama Dilan. Yang mengaku didatangi Pidi Baiq pada 15 Agustus
2015 karena tertarik menulis novel Suara Dilan. Novel yang akhirnya
terbit satu tahun kemudian.
Serial Dilan
Dalam novel 357 halaman ini, Dilan bercerita mengenai banyak kejadian yang diceritakan oleh Milea dalam buku pertama Dilan Dia adalah Dilanku tahun 1990 (Pastel Books Mizan, 2014) dan buku kedua Dilan Dia adalah Dilanku tahun 1991 (Pastel
Books Mizan, 2015). Kebayangkan betapa tidak kreatifnya penulisnya.
Buku pertama dan kedua judulnya hanya berbeda angka 1. Buku ketiga hanya
mengubah sudut pandang. Dari sudut pandang Milea pada buku 1 dan 2,
menjadi sudut pandang Dilan di buku ketiga.
Buku pertama dan kedua seri Dilan yang terbit tahun 2014 dan 2015Jadi ini novel tentang apa? Tentang kenangan pacaran Dilan dan Milea semasa SMA. Dangkal. Sederhana. Kalau kata emak-emak, nggak mutu dan nggak penting – Semoga anakku jangan baca buku ini. Kalau kata anak muda, inspiratif dan keren – Semoga aku bisa dapat pasangan seperti Dilan/Milea. Kenapa bisa beda pendapat? Makanya harus baca dulu buku 1 dan 2.
Nambah kerjaan banget ya. Maunya sih tidak perlu baca 2 buku pertama,
tapi dalam novel ketiga ini banyak sekali adegan yang mengacu pada
cerita Milea sebelumnya. Jadi agak bingung untuk menangkap ni anak mau
ngomong apa sih? Siapa Dilan? Kenapa Milea begitu mencintainya? Kenapa
mereka putus? Semua ada di buku satu dan dua. Banyak bagian diberi
penjelasan: … seperti sudah Lia (*nama panggilang Milea) jelaskan dalam buku… atau Lia sudah banyak cerita soal dia di buku itu… Alhamdulillah saya punya tetangga sholehah yang bersedia diembat koleksi kedua novel pertama Dilannya. Thanks bu Sri Mega.
Setelah maraton baca ketiga novel karangan lulusan Seni Kriya FSRD
ITB kelahiran 8 Agustus 1972 ini, baru lah kita agak mengerti tentang
Dilan dan Milea. Buku pertama tentang Milea bercerita bagaimana Dilan
mendekatinya dan akhirnya mereka resmi pacaran yang ditandai dengan
deklarasi bermaterai (Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990, hal 327).
Proklamasi
Hari ini, di Bandung, tanggal 22 Desember 1990, Dilan dan Milea, dengan penuh perasaan, telah resmi berpacaran.
Hal-hal mengenai penyempurnaan dan kemesraan akan diselenggarakan dalam tempo yang selama-lamanya.
Sedangkan buku kedua tentang cerita Milea mengenai hubungan mereka
yang berakhir putus karena Milea tidak mau pacarnya bergabung dengan
geng motor. Padahal Dilan sudah meyakinkan bahwa senakal-nakalnya anak
geng motor, mereka sholat pada waktu praktek ujian agama. Hadeuh!!! Anak muda…
Celoteh Dilan
Dilan memulai cerita di seri ketiga dengan latar belakang
keluarganya. Ada cerita tentang bundanya yang ia biasa panggil Bundahara
jika ia sedang minta uang atau Sari Bunda ketika ia lapar. Ada cerita
tentang Ayahnya yang tentara hingga masa kecilnya. Dan hal-hal lain yang
luput dari catatan Milea dalam buku sebelumnya. Ia lah, mana mungkin
Milea tahu kalau Dilan perlu minta air doa Al Fatihah dari bundanya
sebelum mendekati Milea.
Dilan itu sebenarnya pintar dan juara kelas. Tapi ia sempat meragukan
arti bahwa G 30 S PKI itu merupakan singkatan dari Gerakan 30
September. Ia kira G-nya ada 30, seperti dalam P3K yang merupakan
singkatan dari Pertolongan Pertama Padahal Kedua. Boleh senyum kalau kamu jaim.
Ada juga komentar Dilan saat Milea menyampaikan pendapat Yugo, temannya yang orang Eropa tentang orang Indonesia.
“Iya. Katanya, orang Eropa itu disiplin. Mau sabar buat antri.”
Dilan terkadang memang cukup wise. Seperti yang ia tunjukkan dengan tidak ingin mengekang Milea.
Lia memang sudah cerita soal Kang Adi
yang kadang-kadang masih suka nelepon, dan itu sama sekali tidak
masalah bagiku. Aku pacarnya Lia, tetapi aku tidak ingin punya hak untuk
mengontrol dengan siapa dia bicara atau dengan siapa dia berteman. Aku
tidak ingin punya perasaan berkuasa atas dirinya. (hal 153)
Aku pergi mencari tempat duduk
sendiri di halaman Yoghurt Cisangkuy karena merasa tidak ingin
mengganggu Beni yang ingin bicara dengan Lia. Aku pacarnya Lia, dan Beni
hanya mantannya. Apa yang harus aku risaukan jika aku yakin Lia akan
lebih suka kepadaku yang tidak pernah mengekangnya, yang tidak pernah
berkata kasar kepadanya. (hal 163)
Walau setting novel ini adalah kondisi SMA di Bandung tahun 1990,
yang mungkin berbeda dengan masa sekarang, tapi karakter Dilan memang
unik untuk anak-anak masa sekarang. Sangat kreatif cara berpikirnya.
Bisa jadi agak kontradiktif ya. Penulisnya saya nilai tidak kreatif
(alasannya sudah saya sampaikan diatas), tapi ia menuliskan tokoh yang
kreatif, imajinatif, sableng, polos, aneh, dan mudah untuk dicintai.
Mungkin kalau dulu – atau bisa dibilang jamannya Dilan SMA, idola
remaja itu karakter Lupus-nya Hilman Hariwijaya, karakter Mas Boy-nya
Marwan Alkatiri, atau karakter Roy-nya Gola Gong. Nah dalam 2 tahun
terakhir ini, sepertinya idola remaja adalah Dilan. Dilan yang pintar,
Dilan yang anak geng motor, Dilan yang mencintai dengan cara yang unik.
Sosok Dilan dibuat begitu hidup oleh Pidi Baiq dalam novel yang tata
bahasa dan plotnya tidak jelas.
Ngintip isi buku Milea Suara dari Dilan
Kritik tentang Dilan
Beberapa kepingan cerita sering saya tidak mengerti kenapa harus
diselipkan disitu. Seperti cerita tentang laki-laki yang mendatangi Disa
adiknya Dilan. Namanya Saka. Tapi Dilan menuduhnya memiliki nama
panjang Sang Saka Merah Putih yang harus selalu dihormati. Andaikata
bagian tentang Saka dihilangkan, tidak akan berpengaruh apa-apa pada
alur cerita.
Bisa jadi novel ini tidak nyaman buat dibaca pecinta novel-novel apik
rapi seperti karya Dewi Lestari, Andrea Hirata atau Ahmad Fuadi. Tapi
daripada mengomeli penulis atau editornya yang payah banget, saya
maklumi saja dengan menganggap inilah curahan hati anak SMA yang
berusaha ditampilkan sejujurnya.
Walau sebenarnya agak terganggu juga dengan cara menerjemahkan bahasa
Sunda ke dalam bahasa Indonesia hanya yang menggunakan kata = atau
sekedar diberi tanda kurung. Misalnya:
“Geus titah tiheula,” kata Apud ke aku. “Sugan weh leungit,” Artinya: “Udah, suruh duluan aja, kali aja dia hilang.”
“Gancang pisan leumpangna,” jawab Apud. (Cepat sekali jalannya.”)
“Teu boga bujal sigana mah,” jawab Apud. “(kayanya dia itu gak punya pusar.”)
“Kenapa?”
“Kuda pan teu boga bujal, jadi teru capean,” jawab Apud. (“Kuda, kan gak punya pusar, makanya kuda gak pernah capek.”)
(Milea Suara dari Dilan, hal 251)
Atau bagian:
“Yang pacaran meuni mesra!” kata Bi Eem tiba-tiba (meni mesra = nampak mesra banget).
( Dilan dia adalah Dilanku tahun 1991, hal 327).
Cara penerjemahan yang rasanya tidak akan kita temui dalam
novel-novel karya penulis-penulis terkenal lain. Coba saja kita
bandingkan dengan cara Ahmad Fuadi menuliskan bahasa daerahnya dalam
novel Negeri 5 Menara (Gramedia, 2009). Pak Etek Muncak dan kenek bersamaan berseru, “Alah kanai lo baliak. Kita kena lagi!” (Negeri 5 Menara, hal 21) “Ndak ba’a do, sebentar lagi kita sampai!” seru ayah mencoba menenangkan sambil menggamit bahuku. Dalam Negeri 5 Menara – hal 22, yang dilengkapi dengan footnote menunjukkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Saya harus mengakui, saya lebih suka gaya pengungkapan Milea yang
apik di buku satu dan dua. Mungkin karena perempuan memang lebih jago
mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata. Saya sampai lupa ada yang
namanya Pidi Baiq dibalik buku ini. Acung dua jempol buat Pidi Baiq yang
bisaan membuat sudut pandang perempuan dalam tulisannya.
Dengan sempurna! Tokoh-tokoh ini terasa begitu hidup. Bisa jadi karena
sepertinya Dilan adalah Pidi Baiq di masa remajanya.
Merekam Sejarah Bandung 90-an dalam Dilan
Dengan setting setiap pojok Bandung yang benar-benar ada pada masa
itu. Orang Bandung pasti mengenal tempat-tempat tersebut. Seperti
Bioskop Regent, Toko Yu, BonBin – Kebon Binatang Taman Sari, Taman
Centrum, Galael Dago, Yoghurt Cisangkuy, Aquarius Dago, dan banyak lagi.
Banyak tempat memang sudah tidak ada sekarang. Tapi ini seperti menjadi
catatan sejarah bagi mereka yang memang pernah ada di awal tahun
1990-an dan akan selalu menjadi memori masa muda dulu.
Jadi teringat quotesnya Pidi Baiq yang dipajang di bawah jembatan Alun-alun Bandung dan menjadi objek selfie para turis:
“Dan Bandung bagiku bukan masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” – Pidi Baiq
Jadi saya pikir niat Pidi Baiq tercapai. Yaitu menjadikan buku Dilan
sebagai buku pelajaran eh tepatnya buku yang bisa menjadi pelajaran buat
mereka yang membacanya. Pelajaran? Serius? Dilan sendiri sempat tidak
mengerti maksud Pidi Baiq ini (baca hal 18). Penjelasan Pidi Baiq
begini. Dalam novel Dilan orang bisa belajar taktik menguasai wanita.
Seperti ketika Dilan mengomentari Kang Adi yang berusaha mendekati
Milea.
Harusnya, Kang Adi tahu jika
benar-benar mencintai dia tidak perlu menjadi seperti orang yang
memiliki kekuatan di atas yang lain. Dia cenderung memuji dirinya
sendiri daripada memuji Lia. Itu sangat menyebalkan. Dan juga harusnya
dia tidak perlu menjadi orang yang ingin dianggap hebat dengan banyak
memberi nasihat.
Menurutku, Lia itu seorang yang harus
dilindungi dari orang yang memperlakukan dia seperti orang bloon yang
tidak tahu apa-apa. Lia itu semacam orang yang ingin dibiarkan menjalani
hidup dengan suasana yang luwes, lancar, dan orisinal. Dikasih sedikit
campuran Rock’nRoll tetapi yang Lillahita’ala. (hal 146)
Bisa juga belajar pelajaran ekonomi tentang bagaimana cara memberi
kado yang murah meriah misalnya dengan memberikan TTS yang sudah diisi.
Bukan karena apa-apa, sekedar karena ia tidak ingin Milea pusing
mengisinya. Juga ada pelajaran olahraganya dibagian berantem sebagai
geng motor. Kan sama-sama melakukan gerakan badan hingga berkeringat.
Nih saya tambahkan satu pelajaran lagi Ayah Pidi, pelajaran sejarah
dengan mengenang tempat-tempat legendaris Bandung tahun 1990-an yang
mungkin semakin lama semakin banyak menghilang dari kota yang diciptakan
Tuhan sambil tersenyum ini.
Dilan lucu sih….tapi….
Saya sejujurnya susah ketawa baca novel ini. Humor-humor khas anak
FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) yang ya… gitu deh… Tapi akhirnya
menyerah menahan jaim setelah baca puisi cinta yang ditulis Dilan untuk
pacar barunya Cika.
Cika
Cika, Cikawao. Cika, Cikalong Wetan.
Cika, Cikadut Atas. Cika, Cikarang Selatan. Cika, Cikaso Banjarsari.
Cika, Cikahuripan. Cika, Cikajang Garut. Cika, Cikakak Sukabumi, Cika,
Cikao Purwakarta. Cika, Cikamuning. Cika, Cikampek Pantura. Cika,
Cikander Serang. Cika, Cikapundung Electronic Center. Cika, Cikapayang
Dago. Cika, Cikawung Pandeglang. Cika, Cikawao Motor. Cika ada di
mana-mana. Cika juga di dalam kepalaku. Cika juga di dalam semua
perasaan riangku. (hal 341)
Nggak ada yang bisa bilang bahwa lucunya Dilan sama dengan lucunya
Lupus ciptaan Hilman Hariwijaya, atau Cinta Brontosaurus-nya Raditya
Dika, atau Jomlo-nya Aditya Mulya. Berbeda! Saya tidak bisa bilang lebih
baik atau lebih buruk. Hanya berbeda.
Jefri Nichol, aktor tampan berkebangsaan Indonesia yang lahir dari
pasangan John Hendri (Ayah) dan Junita Eka Putri (Ibu) di Jakarta pada
tanggal 15 Januari tahun 1999. Jefri nichol mengawali kariernya pada
tahun 2013. Berawal dari pertemuannya dengan Kak Baetz (salah satu
management artis) untuk bermain di sebuah sinetron, merubah sosok pemuda
yang akrab disapa Nichol ini yang dahulunya hanya seorang yang pemalu
dan menghabiskan banyak waktunya di kamar, kini menjadi seorang aktor
tampan yang kariernya terus melambung khususnya di dunia seni peran
Indonesia. Dengan dukuang dari kedua orangtuanya dan arahan Kak Baetz,
Jefri Nichol memantapkan kariernya untuk terus mengasah bakat dan
talenta acting-nya. Tahun 2013, Jefri Nichol membintangi sinetron
pertamanya berjudul "Kami Rindu Ayah" yang tayang di SCTV. Dalam
sinetron ini, Jefri Nichol berperan sebagai Jefri. Perlahan tapi pasti,
kariernya dalam duni seni peran kian banyak mendapatkan tawaran bermain
di sinetron seperti "Keluarga Garuda di Dadaku" tahun 2014, "Pesantren
& Rock n' Roll Reborn" tahun 2017. Sedangkan film pertama yang
dibintangi oleh Jefri Nichol berjudul "Pertaruhan" pada tahun 2017.
Dalam film "Pertaruhan" Jefri Nichol berperan sebagai Elzan dan bersu
acting dengan Adipati Dolken, Aliando Syarief, Giulio Parengkuan, Tio
Pakusadewo dan banyak lagi yang lainnya. Sukses berperan sebagai Elzan
dalam film "Pertaruhan" tahun 2017, kembali bakat dan talenta acting
Jefri Nichol akan dapat kita saksikan dalam film "Dear Nathan" yang
diproduksi oleh Rapi Films. Film "Dear Nathan" merupakan film Indonesia
yang diproduksi oleh Rapi Film yang rencananya akan segera tayang di
bioskop pada hari Kamis, 23 Maret 2017 mendatang. Diangkat dari novel
karangan Erisca Febriani dengan judul yang sama, dalam film "Dear
Nathan" aktor tampan Jefri Nichol akan beradu acting dengan aktris
cantik Indonesia Amanda Rawles. Dalam film ini, Jefri Nichol akan
berperan sebagai Nathan Januar.