Minggu, 26 November 2017

Reza Oktovian


Profil – Biodata dan Perjalanan Reza Arap Oktovian Youtube gaming – Reza Oktovian atau yang lebih akrab disapa Reza Arap si Gamers Ganteng. Kali ini saya akan sedikit mengulik perjalanan Reza Arap sebagai Youtube Gaming yang sekarang Chenelnya sudah terkenal bahkan sudah mendapatkan 413.293 Subscribe (18/04/2016), itu merupakan angka yang fantastis.
Saat ini channel Reza arap sudah mencapat 1,141,421 Subscriber ! (25/03/2017)
biodata dan agama reza arap
Instagram @rezaoktovian

Berikut ini Adalah Profil Biodata Reza Arap si Gamers Ganteng !

  • Nama Lengkap – Reza Oktovian
  • Tempat, Tanggal lahir – Jakarta, 15 Oktober 1990
  • Agama – Islam
  • Pekerjaan : MC – Youtuber Gaming
  • Facebook : rezaoktovian
  • Instagram : ezaoktovian
  • Ask.fm : rezaoktovian
  • Twitter : rezaoktovian
Dia seorang anak yang dibesarkan oleh Ibunya sendiri karena sejak lahir orang tua nya berpisah, waktu kecil Reza Arap gemar sekali dengan yang namanya Game. Setiap pulang sekolah pasti langsung main game, walau demikian Ibunya Reza Arap tidak melarangnya untuk main game bahkan malah dibelikan CD baru dengan game-game terbaru.
Singkat cerita Ibunya Reza Arap memilih untuk pindah keluar kota, akan tetapi Reza Arap tetap memilih bertahan di Jakarta dengan caranya sendiri, mulai dari jadi kasir di sebuah warnet terus jualan kosmetik rumah-kerumah bahkan sampai ngojeg juga pernah Dia lakukan. Hal itu dilakukanna untuk bisa bertahan hidup di Jakarta.
Warnet Awal Mula Reza Oktavian Membuat Channel Yotube!
Namanya juga di warnet, pasti banyak orang yang keluar masuk warnet untuk bisa mengakses atau mengrental sebuah computer.
Disini Reza Arap bertemu dengan yang namanya Edho Zell yang sering dijak main Dota bareng, Edho Zell ini adalah seorang MC yang cukup terkenal dan mengajak Reza Arap untuk menjadi MC. Suatu hari Reza di ajak oleh Edho Zell untuk membuat sebuah video yang nantinya akan di upload ke youtube dengan nama channel Happy Holiday.
 Baca juga kumpulan channel gaming indonesia
Lalu dari Mana Reza Oktavian Mendapatkan Sebuah Inspirasi Untuk Menjadi Youtube Gaming?
Ternyata Reza Arap terinspirasi dari seorang youtubers lain yang beranama PewDiePie yang memiliki Subscribe sangat banyak. Isi channelnya adalah Dia lagi main game sambil mengekpresikan dirinya seakan-akan Dia yng ada didalam game tersebut dan di bentuk dalam video.
Akhirnya Reza Arap mulai mengikuti channel tersebut dan mulai membuat video-video game dirinya dan mengekpresinya dengan ala-ala PewDiePie dan di upload ke channel miliknya sendiri. Tapi saat itu Reza Arap masih belum Fokus terhadap pembuatan Videonya dikarnakan sibuk dengan pekerjaannya, selain menjadi kasir warnet Reza Arap juga usaha jadi Event Organizer dan weekend biasanya diisi buat jadi MC dibeberapa acara.
Prestasi Yang Perna Diraih Reza Oktavian Sebagai Youtubers!
Selanjutnya pembuatan video dilakukan saat malam hari karena siangnya di isi dengan aktifitas lain. Prestasi yang membuat Reza Oktovian bangga bahkan menambah semangatnya untuk membuat sebuah video yaitu Masuk Youtube Rewind Indonesia pada tahun 2014. Itu adalah semacam ajang yang mengumpulkan Youtubers besar dan dulu adanya hanya di Luar Negeri tapi sekarang di Indonesia juga ada dan Reza Arap masuk didalamnya, waktu itu baru mendapatkan 10.000 Subscribe.
Mungkin itu awal mulanya Reza Arap menjadi Youtube Gaming yang sekarang semakin terkenal. Ini bisa dijadikan Inspirasi buat kalian para pemula Youtubers.


Selain itu prestasi reza arap pada 26 november 2016 dia diundang ke korea untuk menghadiri acara Night Award Tv asia, dan disana Arap mendapatkan penghargaan sebagai channel gaming populer indonesia.

Wewey Wita

Wewey Wita, Pesilat Cantik Peraih Emas yang Awalnya Ingin Jadi Dokter

Wewey Wita (kedua dari kiri) memperlihatkan medali emas yang diraihnya (Twitter@KEMENPORA_RI)


Wewey Wita (kedua dari kiri) memperlihatkan medali emas yang diraihnya (Twitter@KEMENPORA_RI)
Perkenalannya dengan pencak silat pun untuk jaga diri sebagai perempuan.
”Melihat perempuan yang tertindas, rasanya ingin membela, tapi kalau ingin membela harus punya ilmu bela diri. Awalnya pencak silat untuk jaga diri, tapi lama-lama keasyikan dan berlanjut,” kata Wewey.
Di pencak silat, Wewey mengaku menemukan teman-teman yang menyenangkan untuk berlatih dan bergaul. Wewey mendapat gemblengan ilmu silat di perguruan silat Perisai Diri.
Seperti pengalaman atlet bela diri putri lainnya, orangtua Wewey pun sempat melarangnya. Namun, orangtuanya tidak lagi melarang setelah putrinya sangat bersungguh-sungguh dan mulai berprestasi.
Niatnya menjadi atlet pencak silat semakin serius setelah bergabung dengan PPLP Jawa Barat di Bandung saat kelas 3 SMP.
Baca Juga: Mengejutkan! Ciamik di SEA Games, Satria Tama Perkuat Timnas Indonesia Lawan Fiji
Setelah Jadi Polemik, Akhirnya PSSI Hapus Regulasi Pemain U-23 di Liga 1
Daftar Pelatih Asing Timnas Indonesia yang Sukses di SEA Games. Luis Milla Termasuk?
Jiwa petarung mengalir dalam diri Wewey. Itu terbukti dengan pilihannya menekuni nomor tarung yang keras, bukan nomor seni yang mengutamakan keindahan dan kekompakan memeragakan jurus.
”Silat lebih sulit daripada cabang bela diri lain. Seperti karate, ada batas kekuatan untuk menyerang lawan. Kalau silat, harus menyerang sekuat mungkin,” bebernya.


Wewey mengungkapkan dirinya belum pernah mencoba menekuni nomor seni. Sejak awal, tujuannya mempelajari pencak silat adalah untuk menjaga diri yang artinya berani bertarung satu lawan satu.
Dia pun menilai persaingan di nomor tarung lebih berat karena setiap orang punya kemampuan masing-masing. Nomor tarung menurutnya lebih sulit dipelajari dan lebih menantang.

 Image result for wewey witaImage result for wewey witaImage result for wewey witaImage result for wewey wita

Lionel Messi



Lionel Messi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Messi" beralih ke halaman ini. Untuk pesepak bola asal Kamerun, lihat Georges Parfait Mbida Messi.
Lionel Messi
Lionel Messi Player of the Year 2011.jpg
Messi bermain untuk Barcelona
Informasi pribadi
Nama lengkap Lionel Andrés Messi Cuccittini[1]
Tanggal lahir 24 Juni 1987 (umur 30)[1]
Tempat lahir Rosario, Argentina[1]
Tinggi 170 m (557 ft 9 in)[1]
Posisi bermain Penyerang
Informasi klub
Klub saat ini Barcelona
Nomor 10
Karier junior
1995–2000 Newell's Old Boys
2000–2003 Barcelona
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2003–2004 Barcelona C 10 (5)
2004–2005 Barcelona B 22 (6)
2004– Barcelona 304 (275)
Tim nasional‡
2004̣–2005 Argentina U-20 18 (14)
2008 Argentina U-23 5 (2)
2005– Argentina 97 (45)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 18:03, 10 November 2013 (UTC).

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 10 September 2013
Lionel Andrés "Leo" Messi (pengucapan bahasa Spanyol: [ljoˈnel anˈdɾes ˈmesi], lahir di Rosario, 24 Juni 1987; umur 30 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Argentina yang saat ini bermain untuk FC Barcelona dan merupakan kapten tim nasional sepak bola Argentina, bermain sebagai penyerang. Ia adalah pencetak gol terbanyak Barcelona sepanjang sejarah.[2] Di usia 21 tahun, Messi telah dinominasikan untuk Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Dunia FIFA. Pada 2009, ia memenangi Ballon d'Or[3] dan Pemain Terbaik Dunia FIFA dan penghargaan pertama FIFA Ballon d`Or pada 2010 dan 2011.[4].
Messi adalah pemain keempat yang menjuarai tiga Ballon d`Or, dan pemain kedua yang memenangi Ballon d`Or dua kali berturut-turut. Ia telah menjuarai lima La Liga, dua Copa del Rey, lima Supercopa de Espana, tiga Liga Champions UEFA, dua Piala Super Eropa dan dua Piala Dunia Klub. Pada 2012, ia mencetak rekor Liga Champions UEFA dengan menjadi pemain pertama yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan.[5] Ia juga menyamai rekor 14 gol Jose Altafini di satu musim Liga Champions.[6] Ia juga mencetak rekor untuk gol terbanyak dalam satu musim pada musim 2011-12, dengan 73 gol.[7] Di musim yang sama, ia mencetak rekor pencetak gol terbanyak La Liga dalam satu musim, 50 gol.[8]
Messi adalah pencetak gol terbanyak Piala Dunia FIFA U20 2005 dengan lima gol. Pada 2005, ia menjadi orang Argentina termuda yang bermain di Piala Dunia FIFA dan memenangi medali perak di Copa América 2007, dimana ia menjadi pemain muda terbaik.[9] Gaya permainannya mengundang perbandingan dengan Diego Maradona, yang telah mengumumkan Messi sebagai "penerusnya".[10][11][12][13][14]

Daftar isi

Kehidupan awal

Messi lahir di Rosario, Provinsi Santa Fe, dari pasangan Jorge Horácio Messi, seorang pekerja pabrik besi dan Celia María Cuccittini, seorang pembersih paruh waktu.[15][16][17][18] Dari garis keturunan ayahnya, ia berasal dari Ancona, sebuah kota di Italia, dimana leluhurnya, Angelo Messi, hijrah ke Argentina pada 1883.[19][20] Ia mempunyai dua orang kakak laki-laki, Rodrigo dan Matías, dan seorang saudara perempuan, María Sol. Di usia lima tahun, Messi mulai bermain sepak bola untuk Grandoli, klub sepak bola lokal yang dilatih ayahnya, Jorge. Pada 1995, Messi bergabung dengan Newell's Old Boys yang berbasis di kampung halamannya, Rosario.[21] Ia menjadi bagian dari pasukan lokal yang hanya kalah sekali dari empat tahun, dan dikenal sebagai "Mesin 87", dari tahun kelahiran mereka.[22]
Pada usia 11 tahun, Messi didiagnosa menderita kekurangan hormon pertumbuhan.[23] Tim elit River Plate berminat atas perkembangannya, tetapi mereka tak punya uang cukup untuk pengobatannya, yang mencapai $900 per bulan. Carles Rexach, direktur olahraga FC Barcelona, telah menemukan talente Messi karena ia mempunyai kerabat di Lleida, dan ayahnya mengatur uji coba bersama tim tersebut. Rexach, tanpa membawa kertas di tangan pada saat itu, mengajukan tawaran kontrak pada Messi di atas serbet makan dari kertas.[24][25] Barcelona menawarkan untuk membiayai pengobatan Messi jika ia mau pindah ke Spanyol. Messi dan ayahnya lalu pindah ke Barcelona, dan ia masuk ke akademi muda klub.[21][25]

Karier Klub

Barcelona

Messi bermain untuk tim junior Barca, Infantil B dan Cadete B & A dari 2000 sampai 2003 (mencetak 37 gol dari 30 laga di Cadete A). Musim 2003-04, ia mencetak rekor[26] di lima tim berbeda: tampil satu laga di Juvenil B (satu gol), dan dipromosikan ke Juvenil A (14 laga, 21 gol). Kemudian ia tampil untuk FC Barcelona C di Tercera División, pada 29 November 2003 dan untuk FC Barcelona B di Segunda División B pada 6 Maret 2004. Ia bermain untuk tim-tim tersebut sepanjang musim (delapan laga, lima gol, dan lima laga, tanpa gol)[27][28][29]. Bahkan sebelum debut-debut tersebut, Messi telah tampil secara resmi untuk pertama kali untuk tim utama pada 16 November 2003 dalam usia 16 tahun dan 145 hari, di sebuah laga persahabatan melawan FC Porto.[30][31]
Kurang dari setahun setelah debutnya, Frank Rijkaard memberi kesempatan debut pertama La Liga untuk Messi dalam laga melawan RCD Espanyol pada 16 Oktober 2004 (17 tahun 114 hari), menjadi pemain termuda ketiga yang bermain untuk Barca dan pemain klub termuda di La Liga, sebelum akhirnya rekor dipatahkan oleh Bojan Krkić pada September 2007. Saat ia mencetak gol senior pertamanya menghadapi Albacete Balompié pada 1 Mei 2005, Messi berusia 15 tahun, 10 bulan dan 7 hari, menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Barcelona[32] sebelum kembali dipatahkan oleh Krkic pada 2007, yang mencetak gol dari assist Messi.[33] Messi berkata mengenai mantan pelatihnya, Rijkaard: "Saya tak akan pernah melupakan fakta bahwa dia yang memulai karier saya, yang memberi saya kepercayaan diri saat usia saya baru 16 dan 17 tahun."[34] Selama musim itu, ia juga bermain untuk FC Barcelona B, mencetak 6 gol dari 17 laga.

Dilan & Milea


Ulasan Novel Milea Suara dari Dilan karya Pidi Baiq


Jangan pernah baca novel berseri dari seri ketiga! Tidak akan mengerti. Milea Suara dari Dilan (Pastel Books Mizan, 2016) adalah novel ketiga serial Dilan dari Pidi Baiq. Asli tidak akan mengerti kalau langsung baca buku ketiga. Ini novel apaan sih? Cerita seorang anak SMA bernama Dilan. Yang mengaku didatangi Pidi Baiq pada 15 Agustus 2015 karena tertarik menulis novel Suara Dilan. Novel yang akhirnya terbit satu tahun kemudian.

Serial Dilan

Dalam novel 357 halaman ini, Dilan bercerita mengenai banyak kejadian yang diceritakan oleh Milea dalam buku pertama Dilan Dia adalah Dilanku tahun 1990 (Pastel Books Mizan, 2014) dan buku kedua Dilan Dia adalah Dilanku tahun 1991 (Pastel Books Mizan, 2015). Kebayangkan betapa tidak kreatifnya penulisnya. Buku pertama dan kedua judulnya hanya berbeda angka 1. Buku ketiga hanya mengubah sudut pandang. Dari sudut pandang Milea pada buku 1 dan 2, menjadi sudut pandang Dilan di buku ketiga.

Seri Dilan
Buku pertama dan kedua seri Dilan yang terbit tahun 2014 dan 2015
Jadi ini novel tentang apa? Tentang kenangan pacaran Dilan dan Milea semasa SMA. Dangkal. Sederhana. Kalau kata emak-emak, nggak mutu dan nggak penting – Semoga anakku jangan baca buku ini. Kalau kata anak muda, inspiratif dan keren – Semoga aku bisa dapat pasangan seperti Dilan/Milea. Kenapa bisa beda pendapat? Makanya harus baca dulu buku 1 dan 2.
Nambah kerjaan banget ya. Maunya sih tidak perlu baca 2 buku pertama, tapi dalam novel ketiga ini banyak sekali adegan yang mengacu pada cerita Milea sebelumnya. Jadi agak bingung untuk menangkap ni anak mau ngomong apa sih? Siapa Dilan? Kenapa Milea begitu mencintainya? Kenapa mereka putus? Semua ada di buku satu dan dua. Banyak bagian diberi penjelasan: … seperti sudah Lia (*nama panggilang Milea) jelaskan dalam buku… atau Lia sudah banyak cerita soal dia di buku itu… Alhamdulillah saya punya tetangga sholehah yang bersedia diembat koleksi kedua novel pertama Dilannya. Thanks bu Sri Mega.
Setelah maraton baca ketiga novel karangan lulusan Seni Kriya FSRD ITB kelahiran 8 Agustus 1972 ini, baru lah kita agak mengerti tentang Dilan dan Milea. Buku pertama tentang Milea bercerita bagaimana Dilan mendekatinya dan akhirnya mereka resmi pacaran yang ditandai dengan deklarasi bermaterai (Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990, hal 327).
Proklamasi
Hari ini, di Bandung, tanggal 22 Desember 1990, Dilan dan Milea, dengan penuh perasaan, telah resmi berpacaran.
Hal-hal mengenai penyempurnaan dan kemesraan akan diselenggarakan dalam tempo yang selama-lamanya.
Sedangkan buku kedua tentang cerita Milea mengenai hubungan mereka yang berakhir putus karena Milea tidak mau pacarnya bergabung dengan geng motor. Padahal Dilan sudah meyakinkan bahwa senakal-nakalnya anak geng motor, mereka sholat pada waktu praktek ujian agama.
Hadeuh!!! Anak muda…

Celoteh Dilan

Dilan memulai cerita di seri ketiga dengan latar belakang keluarganya. Ada cerita tentang bundanya yang ia biasa panggil Bundahara jika ia sedang minta uang atau Sari Bunda ketika ia lapar. Ada cerita tentang Ayahnya yang tentara hingga masa kecilnya. Dan hal-hal lain yang luput dari catatan Milea dalam buku sebelumnya. Ia lah, mana mungkin Milea tahu kalau Dilan perlu minta air doa Al Fatihah dari bundanya sebelum mendekati Milea.
Dilan itu sebenarnya pintar dan juara kelas. Tapi ia sempat meragukan arti bahwa G 30 S PKI itu merupakan singkatan dari Gerakan 30 September. Ia kira G-nya ada 30, seperti dalam P3K yang merupakan singkatan dari Pertolongan Pertama Padahal Kedua. Boleh senyum kalau kamu jaim.
Ada juga komentar Dilan saat Milea menyampaikan pendapat Yugo, temannya yang orang Eropa tentang orang Indonesia.
“Iya. Katanya, orang Eropa itu disiplin. Mau sabar buat antri.”
“Iya keren, buang sampah gak sembarangan. Tapi, menjajah.” (hal 151)
Dilan terkadang memang cukup wise. Seperti yang ia tunjukkan dengan tidak ingin mengekang Milea.
Lia memang sudah cerita soal Kang Adi yang kadang-kadang masih suka nelepon, dan itu sama sekali tidak masalah bagiku. Aku pacarnya Lia, tetapi aku tidak ingin punya hak untuk mengontrol dengan siapa dia bicara atau dengan siapa dia berteman. Aku tidak ingin punya perasaan berkuasa atas dirinya. (hal 153)
Aku pergi mencari tempat duduk sendiri di halaman Yoghurt Cisangkuy karena merasa tidak ingin mengganggu Beni yang ingin bicara dengan Lia. Aku pacarnya Lia, dan Beni hanya mantannya. Apa yang harus aku risaukan jika aku yakin Lia akan lebih suka kepadaku yang tidak pernah mengekangnya, yang tidak pernah berkata kasar kepadanya. (hal 163)
Walau setting novel ini adalah kondisi SMA di Bandung tahun 1990, yang mungkin berbeda dengan masa sekarang, tapi karakter Dilan memang unik untuk anak-anak masa sekarang. Sangat kreatif cara berpikirnya. Bisa jadi agak kontradiktif ya. Penulisnya saya nilai tidak kreatif (alasannya sudah saya sampaikan diatas), tapi ia menuliskan tokoh yang kreatif, imajinatif, sableng, polos, aneh, dan mudah untuk dicintai.
Mungkin kalau dulu – atau bisa dibilang jamannya Dilan SMA, idola remaja itu karakter Lupus-nya Hilman Hariwijaya, karakter Mas Boy-nya Marwan Alkatiri, atau karakter Roy-nya Gola Gong. Nah dalam 2 tahun terakhir ini, sepertinya idola remaja adalah Dilan. Dilan yang pintar, Dilan yang anak geng motor, Dilan yang mencintai dengan cara yang unik. Sosok Dilan dibuat begitu hidup oleh Pidi Baiq dalam novel yang tata bahasa dan plotnya tidak jelas.

Ngintip isi buku Milea Suara dari Dilan




Ngintip isi buku Milea Suara dari Dilan

Kritik tentang Dilan

Beberapa kepingan cerita sering saya tidak mengerti kenapa harus diselipkan disitu. Seperti cerita tentang laki-laki yang mendatangi Disa adiknya Dilan. Namanya Saka. Tapi Dilan menuduhnya memiliki nama panjang Sang Saka Merah Putih yang harus selalu dihormati. Andaikata bagian tentang Saka dihilangkan, tidak akan berpengaruh apa-apa pada alur cerita.
Bisa jadi novel ini tidak nyaman buat dibaca pecinta novel-novel apik rapi seperti karya Dewi Lestari, Andrea Hirata atau Ahmad Fuadi. Tapi daripada mengomeli penulis atau editornya yang payah banget, saya maklumi saja dengan  menganggap inilah curahan hati anak SMA yang berusaha ditampilkan sejujurnya.
Walau sebenarnya agak terganggu juga dengan cara menerjemahkan bahasa Sunda ke dalam bahasa Indonesia hanya yang menggunakan kata = atau sekedar diberi tanda kurung.  Misalnya:
“Geus titah tiheula,” kata Apud ke aku. “Sugan weh leungit,” Artinya: “Udah, suruh duluan aja, kali aja dia hilang.”
“Gancang pisan leumpangna,” jawab Apud. (Cepat sekali jalannya.”)
“Teu boga bujal sigana mah,” jawab Apud. “(kayanya dia itu gak punya pusar.”)
“Kenapa?”
“Kuda pan teu boga bujal, jadi teru capean,” jawab Apud. (“Kuda, kan gak punya pusar, makanya kuda gak pernah capek.”)
(Milea Suara dari Dilan, hal 251)
Atau bagian:
“Yang pacaran meuni mesra!” kata Bi Eem tiba-tiba (meni mesra = nampak mesra banget).
( Dilan dia adalah Dilanku tahun 1991, hal 327).
Cara penerjemahan yang rasanya tidak akan kita temui dalam novel-novel karya penulis-penulis terkenal lain. Coba saja kita bandingkan dengan cara Ahmad Fuadi menuliskan bahasa daerahnya dalam novel Negeri 5 Menara (Gramedia, 2009).
Pak Etek Muncak dan kenek bersamaan berseru, “Alah kanai lo baliak. Kita kena lagi!” (Negeri 5 Menara, hal 21)
“Ndak ba’a do, sebentar lagi kita sampai!” seru ayah mencoba menenangkan sambil menggamit bahuku. Dalam Negeri 5 Menara – hal 22, yang dilengkapi dengan footnote menunjukkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Saya harus mengakui, saya lebih suka gaya pengungkapan Milea yang apik di buku satu dan dua. Mungkin karena perempuan memang lebih jago mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata. Saya sampai lupa ada yang namanya Pidi Baiq dibalik buku ini. Acung dua jempol buat Pidi Baiq yang bisaan membuat sudut pandang perempuan dalam tulisannya. Dengan sempurna! Tokoh-tokoh ini terasa begitu hidup. Bisa jadi karena sepertinya Dilan adalah Pidi Baiq di masa remajanya.

Merekam Sejarah Bandung 90-an dalam Dilan

Dengan setting setiap pojok Bandung yang benar-benar ada pada masa itu. Orang Bandung pasti mengenal tempat-tempat tersebut. Seperti Bioskop Regent, Toko Yu, BonBin – Kebon Binatang Taman Sari, Taman Centrum, Galael Dago, Yoghurt Cisangkuy, Aquarius Dago, dan banyak lagi. Banyak tempat memang sudah tidak ada sekarang. Tapi ini seperti menjadi catatan sejarah bagi mereka yang memang pernah ada di awal tahun 1990-an dan akan selalu menjadi memori masa muda dulu.
Jadi teringat quotesnya Pidi Baiq yang dipajang di bawah jembatan Alun-alun Bandung dan menjadi objek selfie para turis:
“Dan Bandung bagiku bukan masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” – Pidi Baiq
Jadi saya pikir niat Pidi Baiq tercapai. Yaitu menjadikan buku Dilan sebagai buku pelajaran eh tepatnya buku yang bisa menjadi pelajaran buat mereka yang membacanya. Pelajaran? Serius? Dilan sendiri sempat tidak mengerti maksud Pidi Baiq ini (baca hal 18). Penjelasan Pidi Baiq begini. Dalam novel Dilan orang bisa belajar taktik menguasai wanita. Seperti ketika Dilan mengomentari Kang Adi yang berusaha mendekati Milea.
Harusnya, Kang Adi tahu jika benar-benar mencintai dia tidak perlu menjadi seperti orang yang memiliki kekuatan di atas yang lain. Dia cenderung memuji dirinya sendiri daripada memuji Lia. Itu sangat menyebalkan. Dan juga harusnya dia tidak perlu menjadi orang yang ingin dianggap hebat dengan banyak memberi nasihat.
Menurutku, Lia itu seorang yang harus dilindungi dari orang yang memperlakukan dia seperti orang bloon yang tidak tahu apa-apa. Lia itu semacam orang yang ingin dibiarkan menjalani hidup dengan suasana yang luwes, lancar, dan orisinal. Dikasih sedikit campuran Rock’nRoll tetapi yang Lillahita’ala. (hal 146)
Bisa juga belajar pelajaran ekonomi tentang bagaimana cara memberi kado yang murah meriah misalnya dengan memberikan TTS yang sudah diisi. Bukan karena apa-apa, sekedar karena ia tidak ingin Milea pusing mengisinya. Juga ada pelajaran olahraganya dibagian berantem sebagai geng motor. Kan sama-sama melakukan gerakan badan hingga berkeringat.
Nih saya tambahkan satu pelajaran lagi Ayah Pidi, pelajaran sejarah dengan mengenang tempat-tempat legendaris Bandung tahun 1990-an yang mungkin semakin lama semakin banyak menghilang dari kota yang diciptakan Tuhan sambil tersenyum ini.

Dilan lucu sih….tapi….

Saya sejujurnya susah ketawa baca novel ini. Humor-humor khas anak FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) yang ya… gitu deh… Tapi akhirnya menyerah menahan jaim setelah baca puisi cinta yang ditulis Dilan untuk pacar barunya Cika.
Cika
Cika, Cikawao. Cika, Cikalong Wetan. Cika, Cikadut Atas. Cika, Cikarang Selatan. Cika, Cikaso Banjarsari. Cika, Cikahuripan. Cika, Cikajang Garut. Cika, Cikakak Sukabumi, Cika, Cikao Purwakarta. Cika, Cikamuning. Cika, Cikampek Pantura. Cika, Cikander Serang. Cika, Cikapundung Electronic Center. Cika, Cikapayang Dago. Cika, Cikawung Pandeglang. Cika, Cikawao Motor. Cika ada di mana-mana. Cika juga  di dalam kepalaku. Cika juga di dalam semua perasaan riangku. (hal 341)
Nggak ada yang bisa bilang bahwa lucunya Dilan sama dengan lucunya Lupus ciptaan Hilman Hariwijaya, atau Cinta Brontosaurus-nya Raditya Dika, atau Jomlo-nya Aditya Mulya. Berbeda! Saya tidak bisa bilang lebih baik atau lebih buruk. Hanya berbeda.

Jefri Nichol





Jefri Nichol
Image result for Dear Nathan Jefri NicholJefri Nichol, aktor tampan berkebangsaan Indonesia yang lahir dari pasangan John Hendri (Ayah) dan Junita Eka Putri (Ibu) di Jakarta pada tanggal 15 Januari tahun 1999. Jefri nichol mengawali kariernya pada tahun 2013. Berawal dari pertemuannya dengan Kak Baetz (salah satu management artis) untuk bermain di sebuah sinetron, merubah sosok pemuda yang akrab disapa Nichol ini yang dahulunya hanya seorang yang pemalu dan menghabiskan banyak waktunya di kamar, kini menjadi seorang aktor tampan yang kariernya terus melambung khususnya di dunia seni peran Indonesia. Dengan dukuang dari kedua orangtuanya dan arahan Kak Baetz, Jefri Nichol memantapkan kariernya untuk terus mengasah bakat dan talenta acting-nya. Tahun 2013, Jefri Nichol membintangi sinetron pertamanya berjudul "Kami Rindu Ayah" yang tayang di SCTV. Dalam sinetron ini, Jefri Nichol berperan sebagai Jefri. Perlahan tapi pasti, kariernya dalam duni seni peran kian banyak mendapatkan tawaran bermain di sinetron seperti "Keluarga Garuda di Dadaku" tahun 2014, "Pesantren & Rock n' Roll Reborn" tahun 2017. Sedangkan film pertama yang dibintangi oleh Jefri Nichol berjudul "Pertaruhan" pada tahun 2017. Dalam film "Pertaruhan" Jefri Nichol berperan sebagai Elzan dan bersu acting dengan Adipati Dolken, Aliando Syarief, Giulio Parengkuan, Tio Pakusadewo dan banyak lagi yang lainnya. Sukses berperan sebagai Elzan dalam film "Pertaruhan" tahun 2017, kembali bakat dan talenta acting Jefri Nichol akan dapat kita saksikan dalam film "Dear Nathan" yang diproduksi oleh Rapi Films. Film "Dear Nathan" merupakan film Indonesia yang diproduksi oleh Rapi Film yang rencananya akan segera tayang di bioskop pada hari Kamis, 23 Maret 2017 mendatang. Diangkat dari novel karangan Erisca Febriani dengan judul yang sama, dalam film "Dear Nathan" aktor tampan Jefri Nichol akan beradu acting dengan aktris cantik Indonesia Amanda Rawles. Dalam film ini, Jefri Nichol akan berperan sebagai Nathan Januar.